
Belakangan ini, status pengemudi ojek online atau ojol kembali menjadi perhatian setelah pemerintah mendorong pengemudi transportasi online untuk dikategorikan sebagai pengusaha mikro dalam ekosistem UMKM.
Perubahan status tersebut bukan sekadar soal penyebutan profesi. Salah satu manfaat yang disoroti pemerintah adalah terbukanya akses pengemudi ojol terhadap berbagai program pemberdayaan dan pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Lalu muncul pertanyaan yang tidak kalah menarik bagi para driver ojol:
Kalau driver ojol bisa mendapatkan KUR karena dikategorikan sebagai pengusaha mikro, apakah mereka juga bisa mengajukan KPR untuk membeli rumah?
Jawabannya: bisa.
Bahkan, akses KPR bagi pekerja informal seperti pengemudi ojol sudah mendapat perhatian khusus dari pemerintah. BP Tapera dan Gojek pada Juli 2026 menandatangani kerja sama untuk memperluas akses KPR Sejahtera FLPP bagi mitra driver Gojek, termasuk skema DP 0 persen bagi driver yang memenuhi persyaratan.
Artinya, profesi sebagai driver ojol bukan penghalang otomatis untuk memiliki rumah melalui KPR.
Mengapa Driver Ojol Dikaitkan dengan Status Pengusaha Mikro?
Pemerintah sedang membangun kerangka regulasi untuk mengatur ekosistem transportasi online. Salah satu poin yang disiapkan adalah menempatkan pengemudi ojol sebagai pelaku usaha mikro dalam sektor transportasi online.
Pada Agustus 2026, pemerintah dan DPR masih melakukan finalisasi regulasi tersebut. Karena itu, pembahasan mengenai status ojol sebaiknya dipahami sebagai bagian dari proses kebijakan yang sedang berjalan, bukan sekadar perubahan profesi secara administratif.
Bagi driver, status sebagai pelaku usaha mikro berpotensi memberikan akses yang lebih luas terhadap program pemerintah.
Salah satunya adalah pembiayaan usaha.
Kementerian UMKM menjelaskan bahwa pengemudi ojol yang berstatus sebagai pelaku UMKM dapat lebih mudah mengakses KUR. Alasannya, pengemudi memiliki aktivitas ekonomi yang dapat tercatat dalam ekosistem digital aplikator.
Dengan adanya data aktivitas dan pendapatan tersebut, pemerintah melihat adanya peluang untuk mengintegrasikan data pengemudi ke dalam sistem pemberdayaan UMKM.
Apa Itu KUR dan Apakah Bisa Digunakan untuk Membeli Rumah?
KUR atau Kredit Usaha Rakyat merupakan pembiayaan yang ditujukan untuk kegiatan usaha produktif bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
Jadi, penting untuk membedakan KUR dengan KPR.
KUR digunakan untuk mendukung kegiatan usaha, misalnya menambah modal, membeli peralatan usaha, atau kebutuhan produktif lainnya sesuai ketentuan produk KUR.
Sementara itu, KPR atau Kredit Pemilikan Rumah digunakan untuk membiayai pembelian rumah.
Dengan kata lain:
KUR bukan pengganti KPR.
Status sebagai penerima KUR juga tidak otomatis membuat seseorang mendapatkan KPR.
Namun, jika penghasilan dari usaha atau pekerjaan sebagai driver ojol dapat dibuktikan dan dikelola dengan baik, kondisi tersebut dapat membantu ketika seseorang mengajukan pembiayaan rumah.
Di sinilah hubungan antara status UMKM, KUR, dan KPR menjadi menarik.
Jadi, Apakah Ojol Bisa Mengajukan KPR?
Ya, driver ojol bisa mengajukan KPR.
Bahkan, hal ini bukan hanya kemungkinan secara teori.
BP Tapera secara khusus menyebut pekerja informal sebagai salah satu kelompok yang perlu diperluas aksesnya terhadap pembiayaan rumah. Pada Juli 2026, BP Tapera dan Gojek juga menjalin kerja sama untuk memperluas akses mitra driver terhadap KPR Sejahtera FLPP.
Program tersebut memberikan kesempatan kepada mitra driver Gojek yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan KPR subsidi dengan skema DP 0 persen.
Ini menjadi kabar penting bagi driver ojol yang selama ini mungkin menganggap KPR hanya bisa diajukan oleh karyawan dengan slip gaji tetap.
Padahal, ketentuan KPR FLPP saat ini secara eksplisit memungkinkan masyarakat dengan penghasilan tetap maupun tidak tetap untuk menjadi penerima manfaat, selama memenuhi batas penghasilan dan persyaratan lainnya.
Bagaimana Bank Menilai Penghasilan Driver Ojol?
Ini menjadi bagian penting yang perlu dipahami.
Seorang driver ojol memang tidak mempunyai slip gaji seperti karyawan kantoran. Penghasilannya juga bisa berubah dari hari ke hari.
Namun, penghasilan tidak tetap bukan berarti tidak dapat dibuktikan.
Untuk pembiayaan rumah, bank tetap perlu melihat kemampuan calon debitur dalam membayar cicilan.
Bagi driver ojol, bukti aktivitas dan penghasilan dapat menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Rekening koran atau riwayat transaksi dapat membantu menunjukkan pola pemasukan.
Dalam skema KPR FLPP, BP Tapera juga menyebut adanya mekanisme pembuktian penghasilan bagi pemohon dengan penghasilan tidak tetap.
Artinya, pekerja informal memang sudah diakomodasi dalam sistem pembiayaan rumah.
Namun, tetap perlu diingat bahwa memenuhi syarat sebagai pekerja informal atau pelaku usaha mikro tidak berarti KPR pasti disetujui.
Bank tetap melakukan proses verifikasi dan analisis kelayakan kredit.
KPR FLPP Bisa Menjadi Pilihan untuk Driver Ojol
Bagi driver ojol yang ingin membeli rumah pertama dan masuk kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau MBR, salah satu pilihan yang patut diperhatikan adalah KPR Sejahtera FLPP.
FLPP merupakan fasilitas pembiayaan perumahan yang dikelola BP Tapera untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Berdasarkan informasi BP Tapera saat ini, beberapa ketentuan utama KPR FLPP meliputi:
- Suku bunga tetap 5 persen.
- Tenor maksimal 20 tahun pada ketentuan umum FLPP yang tercantum di BP Tapera.
- Uang muka mulai 1 persen.
- Bebas PPN.
- Ditujukan untuk pembelian rumah pertama.
- Dapat diakses masyarakat dengan penghasilan tetap maupun tidak tetap.
- Penghasilan harus berada di bawah batas MBR sesuai zonasi.
Batas penghasilan MBR juga berbeda berdasarkan wilayah.
Untuk Jawa selain Jabodetabek, Sumatera, NTT, dan NTB, batas penghasilan maksimal saat ini adalah Rp8,5 juta per bulan untuk yang belum menikah dan Rp10 juta untuk yang sudah menikah.
Sementara untuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, batasnya mencapai Rp12 juta untuk yang belum menikah dan Rp14 juta untuk yang sudah menikah.
Karena ketentuan dapat berubah, calon pemohon sebaiknya selalu memeriksa persyaratan terbaru sebelum mengajukan.
Khusus Driver Gojek, Ada Program KPR dengan DP 0 Persen
Ini salah satu fakta yang menarik dari perkembangan kebijakan perumahan pada 2026.
Pada 3 Juli 2026, BP Tapera mengumumkan kerja sama dengan Gojek untuk memperluas akses mitra driver terhadap KPR Sejahtera FLPP.
Salah satu fasilitas yang diberikan dalam program tersebut adalah DP 0 persen bagi mitra driver Gojek yang memenuhi persyaratan.
Namun, jangan mengartikan DP 0 persen sebagai semua driver Gojek otomatis mendapatkan KPR tanpa uang muka.
Ada proses verifikasi dan penilaian.
BP Tapera menyebut beberapa kriteria yang digunakan dalam program tersebut, antara lain:
- Berusia 21–45 tahun.
- Memenuhi kriteria MBR.
- Belum memiliki rumah.
- Memenuhi kriteria terkait kinerja penyelesaian perjalanan.
- Memenuhi ketentuan waktu aktif atau jam online.
- Lolos proses verifikasi dan penilaian kelayakan pembiayaan.
Jadi, fasilitas tersebut tetap merupakan program dengan persyaratan tertentu.
Baca Juga: 10 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Memilih Rumah
Apakah Semua Driver Ojol Bisa Mendapatkan KPR?
Tidak otomatis.
Ini bagian yang perlu digarisbawahi.
Status sebagai driver ojol saja belum cukup untuk menjamin seseorang mendapatkan KPR.
Calon debitur tetap harus memenuhi persyaratan program KPR yang dipilih dan lolos proses penilaian bank.
Untuk KPR FLPP, misalnya, pemohon harus memenuhi sejumlah ketentuan seperti:
- Warga Negara Indonesia.
- Belum pernah mendapatkan subsidi atau bantuan pembiayaan perumahan dari pemerintah.
- Tidak memiliki rumah.
- Memiliki penghasilan tetap atau tidak tetap sesuai batas MBR.
- Memenuhi persyaratan administrasi.
- Lolos proses analisis kredit bank.
Untuk pekerja dengan penghasilan tidak tetap, BP Tapera mencantumkan dokumen berupa surat pernyataan penghasilan yang ditandatangani pemohon dan diketahui kepala desa atau lurah sebagai salah satu bentuk dokumen pengajuan.
Jadi, tidak mempunyai slip gaji bukan berarti tidak bisa mengajukan KPR.
Lalu Apa Manfaat Status UMKM bagi Driver yang Ingin Punya Rumah?
Status UMKM dan KPR sebenarnya berada pada dua jalur pembiayaan yang berbeda.
KUR berkaitan dengan usaha.
KPR berkaitan dengan rumah.
Namun, status sebagai pelaku usaha mikro dapat membantu memperkuat identitas ekonomi seorang driver.
Misalnya, seorang driver menggunakan sepeda motor untuk menghasilkan pendapatan setiap hari. Aktivitas tersebut merupakan sumber penghasilan yang dapat dicatat dan dikelola secara lebih formal.
Jika pendapatan, transaksi, dan aktivitas usaha tercatat dengan baik, driver memiliki dokumentasi keuangan yang lebih mudah digunakan ketika membutuhkan pembiayaan.
Dalam konteks ini, KUR dapat membantu pengembangan usaha, sedangkan KPR dapat digunakan untuk membeli rumah.
Keduanya bukan satu produk yang sama, tetapi dapat menjadi bagian dari ekosistem pembiayaan yang berbeda.
Apakah KUR Bisa Dipakai untuk Membayar DP Rumah?
Ini pertanyaan yang sangat penting.
Jangan menganggap KUR sebagai sumber dana bebas yang dapat digunakan untuk membayar uang muka rumah.
KUR merupakan kredit program untuk kegiatan usaha produktif. Penggunaan dana harus sesuai dengan tujuan pembiayaan dan ketentuan dari penyalur.
Jika tujuan utama seseorang adalah membeli rumah, jalur pembiayaan yang tepat adalah KPR atau skema pembiayaan perumahan yang sesuai.
Karena itu, jangan mengambil KUR hanya dengan tujuan mendapatkan uang tunai untuk membayar DP rumah tanpa memahami ketentuan penggunaannya.
Selain berpotensi tidak sesuai dengan tujuan kredit, tambahan cicilan KUR juga akan memengaruhi kemampuan membayar ketika mengajukan KPR.
Justru, Riwayat Keuangan yang Sehat Lebih Penting
Bagi driver ojol yang ingin memiliki rumah, salah satu hal yang sebaiknya mulai diperhatikan sejak sekarang adalah pengelolaan keuangan.
Pisahkan sebisa mungkin uang untuk kebutuhan rumah tangga, operasional kendaraan, dan tabungan.
Catat pendapatan harian atau mingguan.
Simpan sebagian pemasukan secara konsisten.
Jika menggunakan rekening bank untuk menerima atau menyimpan penghasilan, usahakan transaksi keuangan tercatat dengan baik.
Hal tersebut tidak menjamin KPR akan disetujui, tetapi dokumentasi keuangan yang rapi dapat membantu menunjukkan pola penghasilan ketika diperlukan dalam proses pembiayaan.
Selain itu, jangan mengabaikan riwayat kredit.
Cicilan kendaraan, kartu kredit, pinjaman, atau fasilitas kredit lainnya perlu dikelola dengan baik karena kondisi kredit dapat menjadi bagian dari penilaian ketika seseorang mengajukan pembiayaan.
Langkah yang Bisa Dilakukan Driver Ojol Jika Ingin Membeli Rumah
Jika kamu seorang driver ojol dan memiliki target membeli rumah, tidak perlu menunggu sampai pengajuan KPR baru mulai mempersiapkan semuanya.
Beberapa langkah berikut dapat dilakukan dari sekarang.
1. Hitung Penghasilan Bersih
Jangan menggunakan pendapatan kotor sebagai patokan kemampuan membeli rumah.
Kurangi biaya bensin, servis kendaraan, makan saat bekerja, cicilan kendaraan, dan kebutuhan operasional lainnya.
Dari sana, tentukan berapa penghasilan yang benar-benar bisa digunakan untuk kebutuhan keluarga dan cicilan.
2. Pisahkan Tabungan Rumah
Buat rekening atau pos tabungan khusus untuk rumah jika memungkinkan.
Tujuannya bukan hanya mengumpulkan uang muka, tetapi juga mempersiapkan biaya lain yang mungkin muncul.
3. Simpan Bukti Penghasilan
Riwayat transaksi rekening, laporan pendapatan dari aplikasi, dan dokumen lain yang dapat menunjukkan aktivitas penghasilan sebaiknya disimpan dengan baik.
4. Periksa Status Kredit
Sebelum mengajukan KPR, pastikan tidak ada tunggakan kredit yang dapat mengganggu proses penilaian.
5. Cari Tahu Program KPR yang Sesuai
Jangan hanya bertanya kepada satu bank.
Bandingkan program KPR yang tersedia, termasuk KPR subsidi bagi MBR dan program khusus pekerja informal.
6. Pastikan Rumah yang Dipilih Sesuai Kemampuan
Jangan karena sudah bisa mengajukan KPR kemudian memilih rumah dengan harga maksimal yang ditawarkan.
Cicilan rumah harus tetap nyaman dibayar setelah memperhitungkan pendapatan driver yang bisa berubah-ubah.
Jadi, Ojol Bisa KPR atau Tidak?
Bisa.
Bahkan, perkembangan kebijakan pemerintah pada 2026 menunjukkan bahwa akses pembiayaan rumah bagi pekerja informal semakin diperluas.
Pengemudi ojol tidak harus memiliki pekerjaan kantoran dengan gaji tetap untuk dapat mengajukan KPR. KPR FLPP sendiri membuka akses bagi masyarakat dengan penghasilan tetap maupun tidak tetap selama memenuhi persyaratan MBR dan ketentuan lainnya.
Untuk mitra driver Gojek, pemerintah bahkan telah menjalankan kerja sama khusus dengan BP Tapera untuk memperluas akses KPR FLPP dengan fasilitas DP 0 persen bagi driver yang memenuhi kriteria.
Sementara itu, rencana pengakuan driver ojol sebagai pelaku usaha mikro juga dapat membuka akses yang lebih luas terhadap program pembiayaan usaha seperti KUR.
Namun, KUR dan KPR tetap merupakan dua produk yang berbeda.
KUR digunakan untuk kebutuhan usaha produktif, sedangkan KPR digunakan untuk membeli rumah.
Jadi, jika tujuan akhirnya adalah memiliki rumah, jangan berhenti pada pertanyaan apakah driver ojol bisa mendapatkan KUR.
Pertanyaan yang lebih tepat adalah:
“Apakah penghasilan saya sebagai driver cukup, tercatat dengan baik, dan memenuhi persyaratan untuk mendapatkan KPR?”
Dan jawabannya, berdasarkan kebijakan perumahan yang berlaku saat ini, adalah ada jalurnya.
Bagi driver ojol yang selama ini masih tinggal mengontrak, perkembangan ini tentu menarik untuk diperhatikan. Bukan berarti semua driver otomatis mendapatkan rumah, tetapi pintu menuju pembiayaan rumah bagi pekerja informal semakin terbuka.
Baca Juga: Cara Menentukan Rumah yang Sesuai dengan Kebutuhan Keluarga
FAQ
Apakah driver ojek online bisa mengajukan KPR?
Ya. Driver ojek online dapat mengajukan KPR selama memenuhi persyaratan bank atau program pembiayaan yang dipilih. KPR FLPP juga dapat diakses masyarakat dengan penghasilan tetap maupun tidak tetap yang memenuhi kriteria MBR.
Apakah driver ojol bisa mendapatkan KPR subsidi?
Bisa, jika memenuhi persyaratan KPR subsidi FLPP. Salah satu persyaratannya adalah belum memiliki rumah dan memiliki penghasilan sesuai batas MBR yang berlaku berdasarkan wilayah.
Apakah driver Gojek bisa mendapatkan KPR dengan DP 0 persen?
Ada program kerja sama BP Tapera dan Gojek yang memberikan kesempatan kepada mitra driver Gojek yang memenuhi kriteria untuk mengakses KPR Sejahtera FLPP dengan DP 0 persen. Program tersebut tetap melalui proses verifikasi dan penilaian kelayakan.
Apakah penghasilan ojol yang tidak tetap bisa digunakan untuk KPR?
Bisa. Ketentuan KPR FLPP mengakomodasi pemohon dengan penghasilan tetap maupun tidak tetap selama memenuhi batas penghasilan MBR dan persyaratan lainnya. Untuk penghasilan tidak tetap, terdapat mekanisme dokumen pembuktian penghasilan.
Apakah KUR bisa digunakan untuk membeli rumah?
KUR ditujukan untuk pembiayaan usaha produktif, sedangkan pembelian rumah menggunakan KPR atau pembiayaan perumahan. Karena itu, KUR tidak seharusnya dianggap sebagai pengganti KPR atau dana bebas untuk membeli rumah.
Apakah status ojol sebagai UMKM membuat KPR pasti disetujui?
Tidak. Status sebagai pelaku usaha mikro atau UMKM tidak otomatis menjamin KPR disetujui. Pemohon tetap harus memenuhi persyaratan program dan menjalani proses verifikasi serta analisis kelayakan kredit dari bank penyalur.


