Cicilan Rumah Subsidi 2026: Berapa yang Harus Dibayar Setiap Bulan?

Cicilan Rumah Subsidi 2026: Berapa yang Harus Dibayar Setiap Bulan?

Diperbarui: September 2026

Kalau kamu sedang mencari rumah subsidi, salah satu pertanyaan yang paling penting tentu saja: berapa cicilan rumah subsidi 2026 setiap bulan?

Jawabannya tidak selalu sama. Besarnya angsuran dipengaruhi oleh harga rumah, jumlah uang muka, pokok pinjaman, suku bunga, dan tenor KPR yang dipilih.

Pada skema KPR Sejahtera FLPP, pemerintah mempertahankan suku bunga tetap 5% untuk rumah tapak. Pemerintah juga telah menyetujui arah kebijakan tenor pembiayaan hingga 40 tahun untuk membuat cicilan lebih ringan. Namun, per 31 Agustus 2026, BP Tapera masih melakukan penyesuaian skema agar kebijakan tersebut dapat diterapkan secara konkret.

Sebagai gambaran, dengan asumsi uang muka 1%, bantuan uang muka Rp4 juta, bunga tetap 5% per tahun, dan metode angsuran anuitas, rumah seharga Rp166 juta menghasilkan ilustrasi cicilan sekitar Rp1,06 juta per bulan untuk tenor 20 tahun. Jika skema 40 tahun tersedia dan diterapkan dengan asumsi yang sama, angsurannya secara matematis turun menjadi sekitar Rp773 ribu per bulan.

Jadi, istilah “cicilan rumah subsidi 1 jutaan” memang bisa masuk akal, tetapi bukan berarti semua rumah subsidi memiliki cicilan yang sama.

Kalau kamu masih ingin memahami programnya secara keseluruhan, kamu juga bisa membaca [ANCHOR: panduan lengkap rumah subsidi]/rumah-subsidi-panduan-lengkap-untuk-pembeli-rumah-pertama/ sebelum menentukan pilihan rumah.

Berapa Cicilan Rumah Subsidi 2026 per Bulan?

Cicilan rumah subsidi 2026 tidak memiliki satu angka yang berlaku untuk semua pembeli. Semakin tinggi harga rumah dan semakin kecil uang muka, semakin besar pokok pinjaman yang harus dicicil.

Untuk memberikan gambaran yang lebih konkret, berikut simulasi menggunakan beberapa batas harga rumah umum tapak yang berlaku berdasarkan wilayah.

Simulasi cicilan rumah subsidi 2026

Harga RumahAsumsi DPAsumsi Bantuan Uang MukaEstimasi PinjamanTenor 20 TahunTenor 30 Tahun*Tenor 40 Tahun*
Rp166 jutaRp1,66 jutaRp4 jutaRp160,34 juta±Rp1,06 juta±Rp861 ribu±Rp773 ribu
Rp173 jutaRp1,73 jutaRp4 jutaRp167,27 juta±Rp1,10 juta±Rp898 ribu±Rp807 ribu
Rp182 jutaRp1,82 jutaRp4 jutaRp176,18 juta±Rp1,16 juta±Rp946 ribu±Rp850 ribu
Rp185 jutaRp1,85 jutaRp4 jutaRp179,15 juta±Rp1,18 juta±Rp962 ribu±Rp864 ribu
Rp240 jutaRp2,40 jutaRp4 jutaRp233,60 juta±Rp1,54 juta±Rp1,25 juta±Rp1,13 juta

Catatan: Simulasi menggunakan bunga tetap 5% per tahun, metode anuitas, DP 1% dari harga rumah, serta asumsi bantuan uang muka Rp4 juta yang mengurangi pokok pembiayaan. Angka dibulatkan dan bukan penawaran kredit dari bank tertentu.

*Tenor 30 dan 40 tahun ditampilkan sebagai simulasi matematis. Ketersediaan tenor aktual mengikuti kebijakan dan implementasi program serta bank penyalur saat pengajuan.

BP Tapera sebelumnya menjelaskan bahwa KPR Sejahtera FLPP menggunakan bunga tetap 5% dan uang muka ringan. Pemerintah kemudian menyetujui arah perpanjangan tenor hingga 40 tahun, tetapi pada akhir Agustus 2026 penyesuaian skemanya masih dipercepat.

Dari tabel tersebut terlihat satu hal penting: harga rumah bukan satu-satunya penentu cicilan.

Misalnya, rumah Rp166 juta dengan asumsi pembiayaan seperti di atas memiliki estimasi angsuran sekitar Rp1,06 juta per bulan selama 20 tahun. Sementara rumah Rp185 juta berada di sekitar Rp1,18 juta per bulan.

Karena itu, ketika melihat iklan rumah subsidi dengan tulisan “cicilan Rp1 jutaan”, jangan langsung menganggap angka tersebut berlaku untuk semua unit.


Faktor yang Menentukan Besarnya Cicilan Rumah Subsidi

Ada beberapa faktor utama yang menentukan berapa angsuran yang harus dibayar setiap bulan.

1. Harga Rumah

Semakin tinggi harga rumah, semakin besar kemungkinan pokok pinjamannya.

Sebagai contoh, apabila dua rumah sama-sama menggunakan bunga 5% dan tenor 20 tahun, rumah dengan harga Rp185 juta tentu membutuhkan pembiayaan lebih besar dibandingkan rumah seharga Rp166 juta.

Itulah sebabnya cicilan rumah subsidi per bulan bisa berbeda meskipun sama-sama menggunakan program FLPP.

Untuk mengetahui batas harga rumah berdasarkan wilayah secara lebih lengkap, kamu bisa membaca harga rumah subsidi 2026 berdasarkan wilayah

2. Uang Muka atau DP

Uang muka mengurangi jumlah dana yang perlu dibiayai melalui KPR.

Semakin besar uang muka yang dibayarkan, semakin kecil pokok pinjaman. Akibatnya, cicilan bulanan juga berpotensi menjadi lebih rendah.

Dalam informasi BP Tapera, KPR FLPP selama ini menggunakan uang muka minimal 1% dari harga rumah, disertai skema Subsidi Bantuan Uang Muka atau SBUM sesuai ketentuan.

Namun, jangan menganggap angka tersebut sebagai kewajiban yang selalu sama untuk setiap situasi. Ketentuan program dan hasil pengajuan tetap perlu dikonfirmasi saat proses KPR.

3. Suku Bunga KPR

Bunga merupakan komponen penting dalam perhitungan cicilan.

Pada KPR Sejahtera FLPP untuk rumah tapak, pemerintah mempertahankan bunga tetap 5%. Artinya, skema ini berbeda dengan kredit komersial yang dapat memiliki bunga floating setelah periode tertentu.

Bunga tetap membuat calon pembeli lebih mudah memperkirakan angsuran dalam jangka panjang.

4. Tenor KPR

Tenor adalah jangka waktu pembayaran kredit.

Semakin panjang tenor, cicilan bulanan biasanya semakin kecil karena pokok pinjaman dibagi ke periode yang lebih panjang.

Namun ada konsekuensinya: masa pembayaran menjadi lebih lama dan total bunga yang dibayarkan sepanjang kredit juga dapat lebih besar.

Jadi, cicilan paling rendah belum tentu berarti pilihan pembiayaan paling murah secara keseluruhan.


Apakah Cicilan Rumah Subsidi Bisa Rp1 Jutaan per Bulan?

Bisa, tergantung harga rumah dan struktur pembiayaannya.

Dari simulasi di atas, rumah seharga Rp166 juta dengan asumsi DP 1%, bantuan uang muka Rp4 juta, bunga 5%, dan tenor 20 tahun menghasilkan cicilan sekitar Rp1,06 juta per bulan.

Sementara rumah seharga Rp185 juta menghasilkan sekitar Rp1,18 juta per bulan dengan asumsi yang sama.

Jadi, istilah “rumah subsidi cicilan 1 jutaan” bukan sesuatu yang mustahil.

Tetapi perlu digarisbawahi:

Tidak semua rumah subsidi otomatis memiliki cicilan Rp1 juta per bulan.

Cicilan aktual bergantung pada harga rumah, besarnya pembiayaan, uang muka, tenor, serta ketentuan bank penyalur.

Bahkan dengan rumah yang sama, memperpanjang tenor dapat menurunkan angsuran bulanan. Namun, keputusan mengambil tenor panjang tetap harus disesuaikan dengan kondisi keuangan pemohon.


Bagaimana dengan Cicilan Rumah Subsidi Tenor 40 Tahun?

Ini menjadi salah satu perkembangan penting dalam KPR subsidi 2026.

Pada Juni 2026, pemerintah menyampaikan persetujuan terhadap kebijakan KPR FLPP dengan peluang tenor hingga 40 tahun untuk meningkatkan keterjangkauan rumah. Untuk rumah tapak, suku bunga yang dipertahankan adalah 5%.

BP Tapera kemudian terus mempersiapkan penyesuaian skema tersebut. Bahkan pada 31 Agustus 2026, BP Tapera menyatakan sedang mempercepat penyesuaian pengelolaan Dana FLPP untuk memungkinkan tenor hingga 40 tahun.

Karena itu, ada perbedaan penting antara:

“tenor hingga 40 tahun menjadi arah kebijakan pemerintah”

dan

“semua pembeli rumah subsidi pasti mendapatkan tenor 40 tahun.”

Keduanya bukan hal yang sama.

Calon pembeli tetap perlu melihat ketentuan yang berlaku ketika mengajukan KPR, termasuk kesiapan skema di bank penyalur.

Secara matematis, tenor 40 tahun memang dapat membuat cicilan bulanan jauh lebih ringan.

Namun, pembeli juga perlu memahami bahwa kredit berlangsung lebih lama.


Simulasi Cicilan Rumah Subsidi 20 Tahun vs 40 Tahun

Agar lebih mudah memahami pengaruh tenor, kita gunakan contoh rumah seharga Rp166 juta.

Dengan asumsi:

  • Harga rumah: Rp166 juta
  • DP 1%: Rp1,66 juta
  • Bantuan uang muka: Rp4 juta
  • Pokok pembiayaan: Rp160,34 juta
  • Bunga: 5% per tahun
  • Metode perhitungan: anuitas

Hasil ilustrasinya:

TenorEstimasi Cicilan per BulanDampak
20 tahun±Rp1,06 jutaCicilan lebih tinggi, lunas lebih cepat
30 tahun±Rp861 ribuCicilan lebih ringan
40 tahun±Rp773 ribuCicilan paling ringan, masa kredit lebih panjang

Angka tersebut menunjukkan mengapa tenor panjang menarik bagi calon pembeli dengan kemampuan pembayaran bulanan terbatas.

Namun, tenor 40 tahun bukan berarti harga rumah menjadi lebih murah.

Harga rumah tetap sama. Yang berubah adalah cara pokok pinjaman dan bunga dibayarkan selama periode kredit.

Karena itu, jangan hanya bertanya:

“Cicilannya berapa?”

Tetapi tanyakan juga:

“Berapa lama saya harus membayarnya dan berapa total kewajiban selama masa kredit?”


Berapa Gaji yang Cocok untuk Cicilan Rumah Subsidi?

Pertanyaan ini sering muncul setelah seseorang mengetahui estimasi cicilan.

Misalnya cicilan sekitar Rp1,1 juta per bulan terlihat ringan. Tetapi apakah otomatis aman untuk orang dengan penghasilan Rp4 juta? Belum tentu.

Kemampuan membayar tidak hanya ditentukan oleh gaji, tetapi juga oleh:

  • cicilan kendaraan;
  • kartu kredit atau pinjaman lain;
  • biaya rumah tangga;
  • jumlah tanggungan;
  • biaya transportasi;
  • kebutuhan rutin;
  • kestabilan penghasilan;
  • kondisi pekerjaan;
  • dan hasil analisis kredit bank.

Karena itu, jangan menggunakan satu rasio cicilan tertentu sebagai jaminan bahwa KPR pasti disetujui.

Bank penyalur tetap melakukan analisis kelayakan terhadap calon debitur. Regulasi FLPP juga menempatkan analisis kelayakan dan pengecekan persyaratan pada bank penyalur.

Kalau kamu ingin mengetahui siapa yang memenuhi batas penghasilan program, baca juga batas gaji untuk mendapatkan rumah subsidi.

Sementara itu, calon pembeli yang belum memahami persyaratan program bisa melihat syarat mendapatkan rumah subsidi 2026.


Apakah Cicilan Rumah Subsidi Sudah Termasuk Semua Biaya?

Tidak.

Ini salah satu hal yang sering terlupakan ketika seseorang melihat angka cicilan.

Cicilan KPR adalah pembayaran kredit, bukan keseluruhan biaya yang mungkin muncul dalam proses memiliki rumah.

Secara sederhana, kamu perlu membedakan tiga kelompok biaya.

Biaya pembiayaan

Berhubungan langsung dengan KPR, misalnya:

  • pokok pinjaman;
  • bunga;
  • biaya administrasi;
  • biaya lain sesuai ketentuan bank.

Biaya awal transaksi

Dapat mencakup komponen seperti:

  • uang muka;
  • biaya akad;
  • biaya notaris/PPAT apabila berlaku;
  • biaya administrasi tertentu;
  • komponen lain sesuai ketentuan program dan transaksi.

Tidak semua komponen tersebut selalu dibayar dengan cara dan nominal yang sama.

Biaya setelah memiliki rumah

Setelah rumah ditempati, masih ada kebutuhan seperti:

  • listrik;
  • air;
  • pemeliharaan;
  • renovasi;
  • iuran lingkungan atau IPL jika ada;
  • pajak dan kewajiban lain sesuai kondisi properti.

Jadi, jangan membuat keputusan hanya berdasarkan kalimat:

“Cicilan cuma Rp1 juta.”

Pastikan kamu juga menghitung kemampuan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga setelah akad.


Cara Menghitung Simulasi Cicilan Rumah Subsidi

Untuk memahami cara kerja perhitungannya, cicilan KPR dengan metode anuitas dapat digambarkan menggunakan formula:

Cicilan = P × i × (1+i)ⁿ / ((1+i)ⁿ − 1)

Keterangan:

  • P = jumlah pokok pinjaman;
  • i = bunga per bulan;
  • n = jumlah bulan tenor.

Contohnya, bunga tahunan 5% secara sederhana dikonversikan menjadi sekitar 0,4167% per bulan.

Kemudian jumlah pokok pinjaman dan jumlah bulan tenor dimasukkan ke dalam formula tersebut.

Tetapi bagi calon pembeli, kamu tidak perlu menghitung semuanya secara manual.

Yang jauh lebih penting adalah memastikan empat angka berikut jelas:

Harga rumah → DP → pokok pinjaman → tenor.

Setelah itu barulah cicilan bulanan bisa diperkirakan.


Contoh Rumah Subsidi Rp166 Juta, Cicilannya Berapa?

Mari gunakan contoh yang lebih konkret.

Misalnya kamu menemukan rumah subsidi dengan harga Rp166 juta.

Dengan asumsi:

  • Harga rumah: Rp166 juta
  • DP 1%: Rp1,66 juta
  • SBUM: Rp4 juta
  • Pokok pembiayaan: Rp160,34 juta
  • Bunga tetap: 5%
  • Tenor: 20 tahun

Maka estimasi cicilannya sekitar:

Rp1,06 juta per bulan

Jika secara matematis dihitung dengan tenor 30 tahun, angsurannya turun menjadi sekitar Rp861 ribu per bulan.

Untuk ilustrasi 40 tahun, angsurannya sekitar Rp773 ribu per bulan.

Tetapi angka tenor 40 tahun tersebut bukan berarti setiap bank sudah pasti menawarkan skema itu kepada setiap calon debitur. Implementasi aktual tetap mengikuti kebijakan FLPP dan bank penyalur.

Jadi, jika kamu melihat iklan rumah subsidi Rp166 juta dengan cicilan sekitar Rp1 jutaan, angka tersebut masih masuk akal berdasarkan asumsi simulasi di atas.


Contoh Rumah Subsidi Rp185 Juta, Cicilannya Berapa?

Sekarang kita gunakan harga rumah Rp185 juta.

Dengan asumsi yang sama:

  • Harga rumah: Rp185 juta
  • DP 1%: Rp1,85 juta
  • SBUM: Rp4 juta
  • Pokok pembiayaan: Rp179,15 juta
  • Bunga tetap: 5%
  • Tenor: 20 tahun

Estimasi cicilannya sekitar:

Rp1,18 juta per bulan

Jika tenor diperpanjang secara ilustratif menjadi 30 tahun, cicilan menjadi sekitar Rp962 ribu per bulan.

Sementara simulasi 40 tahun menghasilkan sekitar Rp864 ribu per bulan.

Perbandingannya:

TenorEstimasi Cicilan
20 tahun±Rp1,18 juta/bulan
30 tahun±Rp962 ribu/bulan
40 tahun*±Rp864 ribu/bulan

*Simulasi matematis dengan asumsi yang sama, bukan jaminan bahwa tenor tersebut tersedia untuk seluruh pengajuan.

Inilah alasan pentingnya tidak hanya melihat harga rumah ketika membandingkan beberapa pilihan.


Apakah Cicilan Rumah Subsidi Bisa Disesuaikan dengan Gaji?

Secara praktis, pilihan rumah dan struktur pembiayaan memang perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial.

Namun, cicilan bukan angka yang bisa kita tentukan sendiri hanya berdasarkan gaji.

Bank akan melihat kondisi pemohon secara keseluruhan.

Beberapa hal yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  1. Penghasilan dan kestabilannya.
  2. Status pekerjaan atau sumber penghasilan.
  3. Cicilan yang sedang berjalan.
  4. Riwayat kredit.
  5. Jumlah tanggungan.
  6. Usia pemohon.
  7. Harga rumah.
  8. Besarnya uang muka.
  9. Tenor yang tersedia.
  10. Hasil analisis kredit bank.

Jadi, seseorang dengan penghasilan Rp5 juta belum tentu memiliki hasil pengajuan yang sama dengan orang lain yang juga berpenghasilan Rp5 juta.

Jika kamu ingin memahami prosesnya dari awal, termasuk dokumen dan tahapan pengajuan, baca cara mengajukan KPR rumah subsidi.


Cara Menentukan Cicilan Rumah Subsidi yang Masih Nyaman

Jangan memilih rumah hanya karena melihat angka cicilan paling rendah.

Sebelum mengajukan KPR, coba lakukan checklist sederhana berikut.

1. Hitung penghasilan bersih

Gunakan uang yang benar-benar bisa digunakan untuk kebutuhan bulanan, bukan sekadar angka gaji kotor.

2. Catat semua cicilan berjalan

Masukkan cicilan motor, mobil, pinjaman, kartu kredit, atau kewajiban lainnya.

3. Hitung kebutuhan rumah tangga

Makan, transportasi, pendidikan, listrik, air, komunikasi, dan kebutuhan rutin lainnya harus tetap berjalan setelah memiliki rumah.

4. Sisakan dana darurat

Jangan menghabiskan seluruh sisa penghasilan untuk cicilan.

Rumah adalah aset jangka panjang, sehingga kamu tetap perlu memiliki ruang untuk menghadapi kondisi tidak terduga.

5. Jangan hanya melihat cicilan terendah

Cicilan yang lebih rendah biasanya diperoleh melalui tenor yang lebih panjang.

Bandingkan juga durasi kredit dan total kewajiban pembayaran.

6. Bandingkan beberapa tenor

Jika tersedia beberapa pilihan tenor, hitung berapa selisih cicilan dan bagaimana pengaruhnya terhadap kondisi keuangan keluarga.

7. Siapkan biaya awal

Jangan menganggap uang yang perlu disiapkan hanya sebesar cicilan bulan pertama.

Tanyakan kepada bank dan developer mengenai seluruh biaya yang relevan.

8. Perhitungkan lokasi rumah

Cicilan murah tidak banyak membantu jika biaya transportasi menuju tempat kerja justru sangat besar.

Karena itu, kemampuan membeli rumah sebaiknya dilihat secara keseluruhan, bukan hanya dari cicilan KPR.


Sumber dan Dasar Aturan Cicilan Rumah Subsidi 2026

Karena informasi KPR subsidi dapat berubah, artikel ini menggunakan sumber pemerintah sebagai rujukan utama.

Kepmen PKP No. 1722/KPTS/M/2026

Keputusan Menteri Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Nomor 1722/KPTS/M/2026 tentang Kriteria Rumah Umum Tapak Dalam Fasilitasi Pemerintah Pusat ditetapkan pada 6 Agustus 2026 dan berstatus berlaku. JDIH Kementerian PKP juga mencatat bahwa keputusan tersebut mencabut Kepmen PUPR No. 689/KPTS/M/2023.

Dokumen Kepmen PKP No. 1722/KPTS/M/2026 di JDIH PKP

Catatan penting: Kepmen 1722/2026 merupakan dasar penting untuk kriteria rumah umum tapak. Untuk informasi mengenai bunga dan perkembangan tenor FLPP, rujukan juga perlu melihat kebijakan dan informasi resmi Kementerian PKP serta BP Tapera.

BP Tapera

BP Tapera merupakan sumber penting untuk informasi mengenai pelaksanaan KPR Sejahtera FLPP, penyaluran pembiayaan, bank penyalur, dan perkembangan skema pembiayaan. Pada 31 Agustus 2026, BP Tapera menyampaikan bahwa penyesuaian skema FLPP menuju tenor hingga 40 tahun sedang dipercepat.

BP Tapera

Kementerian PKP

Pada Juni 2026, Kementerian PKP menyampaikan bahwa pemerintah mempertahankan bunga FLPP rumah tapak sebesar 5% dan membuka peluang implementasi tenor hingga 40 tahun.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman


FAQ Cicilan Rumah Subsidi 2026

Berapa cicilan rumah subsidi 2026?

Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua rumah. Dengan asumsi bunga 5%, DP 1%, bantuan uang muka Rp4 juta, dan tenor 20 tahun, simulasi rumah Rp166 juta menghasilkan sekitar Rp1,06 juta per bulan, sedangkan rumah Rp185 juta sekitar Rp1,18 juta.

Apakah cicilan rumah subsidi tetap 5%?

Untuk KPR Sejahtera FLPP rumah tapak, pemerintah mempertahankan suku bunga tetap 5% sepanjang tenor sesuai kebijakan yang disampaikan pemerintah.

Apakah cicilan rumah subsidi bisa di bawah Rp1 juta?

Bisa pada kondisi tertentu. Misalnya, dengan asumsi simulasi yang sama, rumah Rp166 juta menghasilkan sekitar Rp861 ribu per bulan pada tenor 30 tahun. Namun, tenor yang tersedia dan struktur pembiayaan aktual harus mengikuti ketentuan program serta bank penyalur.

Berapa lama tenor rumah subsidi?

Tenor KPR FLPP sebelumnya dikenal maksimal 20 tahun. Pada 2026 pemerintah menyetujui arah perpanjangan tenor hingga 40 tahun untuk meningkatkan keterjangkauan. Namun, per 31 Agustus 2026 BP Tapera masih melakukan penyesuaian skema untuk implementasinya.

Apakah rumah subsidi bisa dicicil 40 tahun?

Pemerintah telah menyetujui arah kebijakan tenor hingga 40 tahun, tetapi jangan menganggap seluruh pengajuan otomatis memperoleh tenor tersebut. Ketersediaannya perlu mengikuti implementasi kebijakan dan ketentuan bank penyalur.

Apakah DP rumah subsidi 0%?

Jangan menganggap semua rumah subsidi otomatis memiliki DP 0%. Informasi BP Tapera menunjukkan skema FLPP menggunakan uang muka ringan, termasuk minimal 1% dalam ketentuan yang dipublikasikan sebelumnya, serta terdapat bantuan uang muka sesuai program. Ketentuan aktual perlu dikonfirmasi ketika mengajukan.

Apakah cicilan rumah subsidi bisa dilunasi lebih cepat?

Kemungkinan pelunasan dipercepat bergantung pada ketentuan kredit dan bank penyalur. Jangan menganggap semua KPR memiliki aturan pelunasan yang sama. Tanyakan ketentuan tersebut sebelum akad kredit.

Apakah cicilan rumah subsidi sudah termasuk semua biaya?

Belum tentu. Cicilan merupakan pembayaran kewajiban KPR. Calon pembeli tetap perlu menanyakan biaya awal, biaya administrasi, biaya transaksi, dan biaya lain yang mungkin berlaku.


Kesimpulan

Cicilan rumah subsidi 2026 tidak memiliki satu angka yang berlaku untuk semua pembeli. Besarnya angsuran dipengaruhi oleh harga rumah, uang muka, jumlah pokok pinjaman, suku bunga, dan tenor.

Dengan asumsi bunga tetap 5%, DP 1%, bantuan uang muka Rp4 juta, dan tenor 20 tahun, rumah subsidi Rp166 juta dapat menghasilkan cicilan sekitar Rp1,06 juta per bulan, sedangkan rumah Rp185 juta sekitar Rp1,18 juta per bulan.

Artinya, istilah “cicilan rumah subsidi 1 jutaan” memang bisa benar dalam kondisi tertentu, tetapi bukan berarti semua rumah subsidi memiliki cicilan sebesar itu.

Pada 2026, pemerintah juga mendorong skema tenor hingga 40 tahun untuk membuat cicilan lebih terjangkau. Namun, per September 2026, penerapan tenor tersebut masih perlu dilihat berdasarkan implementasi skema FLPP dan kebijakan bank penyalur.

Yang paling penting, jangan memilih rumah hanya karena melihat angka cicilan paling rendah. Pertimbangkan juga kemampuan penghasilan, cicilan berjalan, kebutuhan keluarga, biaya awal, lokasi, dan kualitas rumah.

Sudah punya gambaran cicilan yang sesuai dengan kemampuanmu? Sekarang tinggal mencari rumahnya.

Lihat pilihan rumah subsidi yang tersedia di Rumahtetangga.com atau ngobrol dulu dengan tetangga untuk mendapatkan informasi rumah yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Catatan editorial: Informasi harga, bunga, tenor, bantuan uang muka, dan ketentuan KPR subsidi dapat berubah mengikuti kebijakan pemerintah, BP Tapera, dan bank penyalur. Simulasi dalam artikel ini merupakan ilustrasi, bukan persetujuan atau penawaran kredit. Selalu konfirmasi ketentuan terbaru sebelum mengajukan KPR.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *