
Rumah terlihat bagus di foto dan terasa cocok ketika pertama kali datang. Namun, keputusan membeli rumah sebaiknya tidak hanya berdasarkan tampilan.
Ada banyak hal yang baru terlihat ketika kamu datang langsung: dinding yang lembap, plafon bekas bocor, tekanan air yang kecil, jalan yang ternyata sulit dilalui, sampai lingkungan yang berbeda suasana antara siang dan malam.
Karena itu, cek rumah sebelum membeli bukan sekadar melihat apakah rumah terlihat bagus. Kamu perlu memeriksa kondisi bangunan, lokasi, lingkungan, fasilitas, dokumen, hingga kewajaran harganya.
Kalau kamu masih berada pada tahap menentukan rumah yang akan dibeli, kamu juga bisa membaca menentukan rumah yang sesuai dengan kebutuhan keluarga terlebih dahulu. Setelah menemukan kandidat, gunakan checklist berikut saat melakukan survei.
Kenapa Survey Rumah Penting Sebelum Membeli?
Foto, video, brosur, dan penjelasan penjual bisa membantu memberikan gambaran awal. Namun, semuanya belum tentu menunjukkan kondisi rumah secara menyeluruh.
Survey langsung membantu kamu menemukan masalah yang mungkin tidak terlihat dari foto, seperti:
- kebocoran atau bekas rembesan;
- retakan pada dinding atau lantai;
- lingkungan yang bising;
- jalan yang sulit diakses;
- saluran air yang kurang baik;
- kualitas atau tekanan air;
- kondisi instalasi listrik;
- potensi banjir;
- masalah lingkungan sekitar; atau
- kondisi rumah yang ternyata berbeda dari informasi sebelumnya.
Jadi, survey bukan sekadar melihat rumah, tetapi proses untuk memastikan apakah rumah benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasimu.
Checklist Survey Rumah Sebelum Membeli
Supaya tidak ada bagian penting yang terlewat, gunakan tabel berikut sebagai quick reference ketika datang ke lokasi.
| Yang Dicek | Apa yang Perlu Diperhatikan |
|---|---|
| Lokasi | Akses, lebar jalan, transportasi |
| Lingkungan | Keamanan, kebersihan, kepadatan |
| Banjir | Drainase, elevasi, bekas genangan |
| Struktur | Retakan, kemiringan, kondisi bangunan |
| Atap | Kebocoran, plafon, rangka |
| Dinding | Retak, lembap, jamur |
| Lantai | Retak, keramik menggelembung |
| Air | Sumber, tekanan, saluran |
| Listrik | Daya, instalasi, stop kontak |
| Ventilasi | Sirkulasi dan pencahayaan |
| Dokumen | Sertifikat, PBB, dokumen terkait |
| Harga | Perbandingan dengan rumah sekitar |
Setelah itu, periksa setiap bagian secara lebih detail.
1. Cek Lokasi dan Akses Rumah
Jangan hanya melihat rumahnya. Perhatikan juga bagaimana rasanya mencapai rumah tersebut.
Beberapa hal yang perlu dicek:
- lebar jalan menuju rumah;
- kondisi permukaan jalan;
- apakah mobil bisa masuk dan berpapasan;
- akses sepeda motor;
- jarak menuju jalan utama;
- akses menuju transportasi umum;
- waktu tempuh ke sekolah;
- jarak ke pasar;
- akses menuju fasilitas kesehatan; dan
- jarak menuju tempat kerja atau aktivitas utama keluarga.
Perhatikan juga kondisi akses ketika jam sibuk. Jalan yang terlihat lancar saat kamu datang belum tentu sama pada pagi atau sore hari.
Jangan hanya mengandalkan jarak di Google Maps. Kalau memungkinkan, coba rasakan sendiri perjalanan menuju rumah menggunakan kendaraan yang biasa kamu pakai sehari-hari.
2. Cek Kondisi Lingkungan Sekitar
Rumah yang bagus belum tentu cocok kalau lingkungan sekitarnya membuat kamu tidak nyaman.
Saat survey, perhatikan:
- tingkat keamanan;
- kebersihan lingkungan;
- kepadatan rumah;
- kondisi jalan;
- penerangan;
- aktivitas warga;
- keberadaan usaha atau tempat yang menimbulkan kebisingan;
- kondisi parkir;
- serta suasana lingkungan secara umum.
Salah satu cara mendapatkan informasi yang tidak tercantum dalam brosur adalah bertanya kepada tetangga.
Kamu bisa bertanya secara sederhana:
“Di sini kalau hujan deras pernah banjir nggak?”
“Kalau malam biasanya aman?”
“Airnya lancar?”
“Kalau akhir pekan lingkungan di sini ramai atau cukup tenang?”
Jawaban warga sekitar bisa menjadi informasi tambahan yang sangat berguna sebelum mengambil keputusan.
3. Cek Potensi Banjir dan Drainase
Banjir adalah salah satu hal yang sulit dinilai hanya dari sekali kunjungan.
Perhatikan posisi rumah terhadap jalan, ketinggian lantai rumah, kondisi selokan, dan saluran drainase di sekitar lingkungan.
Cek juga:
- apakah ada bekas lumpur atau noda pada dinding bagian bawah;
- apakah halaman memiliki genangan;
- apakah saluran air tersumbat;
- ke mana air mengalir ketika hujan;
- apakah posisi rumah lebih rendah daripada jalan;
- dan apakah terdapat bekas perbaikan akibat genangan.
Kalau memungkinkan, survei setelah hujan. Jika tidak memungkinkan, tanyakan kepada beberapa tetangga mengenai kondisi ketika hujan deras.
Jangan hanya mengandalkan jawaban satu orang. Informasi dari beberapa penghuni sekitar bisa membantu memberikan gambaran yang lebih objektif.
4. Cek Struktur dan Kondisi Bangunan
Bagian ini sangat penting, terutama ketika membeli rumah second.
Mulailah dengan melihat kondisi dinding. Perhatikan apakah terdapat retakan, kelembapan, jamur, atau cat yang mengelupas.
Dinding
Cari tanda-tanda:
- retakan;
- noda lembap;
- jamur;
- cat menggelembung atau mengelupas;
- bekas rembesan air.
Retakan tidak selalu berarti masalah struktur yang serius, tetapi jangan langsung mengabaikannya. Jika menemukan retakan yang membuatmu ragu, pertimbangkan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga profesional.
Lantai
Periksa apakah:
- lantai retak;
- keramik terangkat;
- terdapat bagian yang terasa tidak rata;
- atau ada tanda kelembapan.
Plafon
Lihat apakah ada:
- noda air;
- bekas kebocoran;
- bagian yang melengkung;
- perubahan warna;
- atau material yang terlihat rusak.
Pintu dan jendela
Coba buka dan tutup beberapa pintu serta jendela.
Periksa apakah mekanismenya berjalan normal, kusen terlihat lapuk, atau terdapat celah yang tidak semestinya.
Untuk rumah second, jangan puas hanya dengan melihat dari jauh. Sentuh, buka, tutup, dan periksa bagian yang memang bisa diperiksa secara langsung.
5. Cek Atap dan Potensi Kebocoran
Masalah atap kadang baru terlihat ketika musim hujan. Karena itu, jangan hanya melihat genteng dari luar.
Periksa bagian plafon di bawah area atap. Cari noda air, bekas rembesan, atau perubahan warna yang mencurigakan.
Jika akses memungkinkan dan aman, perhatikan kondisi bagian atap dan rangkanya.
Tanyakan juga kepada pemilik atau penghuni:
- Apakah atap pernah bocor?
- Kapan terakhir diperbaiki?
- Bagian mana yang pernah mengalami kebocoran?
- Apakah pernah dilakukan renovasi atap?
Jika memungkinkan, melakukan survey setelah hujan dapat memberikan informasi tambahan mengenai kondisi kebocoran.
6. Cek Air, Kamar Mandi, dan Saluran Pembuangan
Jangan hanya bertanya kepada penjual:
“Airnya lancar, kan?”
Tes langsung jauh lebih informatif.
Coba buka beberapa keran dan perhatikan:
- tekanan air;
- warna air;
- bau air;
- apakah air mengalir stabil;
- dan apakah saluran pembuangan bekerja dengan baik.
Di kamar mandi, coba siram toilet dan lihat apakah air mengalir dengan lancar.
Periksa juga floor drain dan area sekitar kamar mandi. Bau tidak sedap, genangan, atau air yang sulit mengalir bisa menjadi tanda bahwa ada bagian sistem pembuangan yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Untuk rumah dengan sumber air tertentu, tanyakan juga mengenai sumber air, biaya bulanan, serta apakah pernah terjadi masalah pasokan.
7. Cek Instalasi Listrik
Lihat kapasitas daya listrik pada meteran dan sesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga.
Perhatikan kondisi stop kontak dan instalasi yang terlihat. Jika ada kabel yang tampak tidak rapi, rusak, atau dipasang secara tidak aman, catat sebagai hal yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Pertimbangkan juga kebutuhan listrik setelah rumah ditempati.
Misalnya, apakah kamu akan menggunakan:
- AC;
- kulkas;
- mesin cuci;
- water heater;
- pompa air;
- komputer;
- atau banyak perangkat elektronik lainnya?
Jangan hanya melihat angka daya listrik saat ini. Pikirkan kebutuhan keluarga beberapa tahun ke depan.
8. Cek Pencahayaan dan Ventilasi
Rumah yang terlihat nyaman saat siang hari belum tentu nyaman sepanjang hari.
Perhatikan seberapa banyak cahaya alami yang masuk ke ruangan. Cek posisi jendela dan apakah sirkulasi udara berjalan dengan baik.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan:
- ruangan terasa pengap;
- kelembapan tinggi;
- minim jendela;
- kamar terlalu gelap;
- udara tidak banyak bergerak;
- atau terdapat area yang mudah lembap.
Kalau memungkinkan, datang pada waktu berbeda untuk melihat perubahan pencahayaan dan kondisi udara.
Hal ini penting terutama jika kamu akan membeli rumah untuk ditempati dalam jangka panjang.
9. Cek Lingkungan pada Waktu yang Berbeda
Salah satu kesalahan dalam survey rumah adalah hanya datang sekali.
Kalau memungkinkan, kunjungi rumah pada:
- pagi;
- siang;
- sore;
- malam;
- dan setelah hujan.
Tujuannya bukan untuk mempersulit proses, tetapi karena karakter rumah dan lingkungan bisa berubah sepanjang hari.
Misalnya, siang hari lingkungan terlihat tenang. Namun ketika malam, jalan di depan rumah berubah menjadi area parkir atau menjadi lebih ramai.
Begitu juga dengan banjir. Lingkungan yang terlihat baik saat cuaca cerah belum tentu menunjukkan bagaimana kondisi drainasenya setelah hujan deras.
10. Cek Legalitas dan Dokumen Rumah
Kondisi fisik bukan satu-satunya hal yang harus diperiksa. Sebelum membeli, kamu juga perlu memastikan dokumen dan status rumah jelas.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- sertifikat tanah;
- status kepemilikan;
- identitas pemilik;
- PBB;
- dokumen transaksi yang relevan;
- serta dokumen bangunan sesuai kondisi dan ketentuan yang berlaku.
Untuk bangunan, istilah yang perlu kamu kenal adalah Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Kementerian Pekerjaan Umum menjelaskan bahwa PBG berkaitan dengan persetujuan pemerintah untuk pembangunan atau perubahan bangunan sesuai ketentuan teknis, dan layanan PBG/SLF dilakukan melalui SIMBG.
Pemeriksaan legalitas tidak sebaiknya dilakukan hanya berdasarkan perkataan penjual. Jika ada dokumen yang tidak jelas, nama pemilik tidak sesuai, atau status tanah menimbulkan keraguan, jangan buru-buru membayar atau melanjutkan transaksi sebelum mendapatkan penjelasan dan pemeriksaan yang memadai.
Untuk pembahasan yang lebih mendalam, nantinya kamu bisa menggunakan panduan cara cek legalitas rumah sebelum membeli ketika artikel tersebut sudah tersedia.
11. Cek Apakah Harga Rumah Masuk Akal
Setelah kondisi rumah dan lokasi diperiksa, langkah berikutnya adalah melihat apakah harga yang ditawarkan masuk akal.
Jangan hanya membandingkan harga total. Perhatikan juga:
- luas tanah;
- luas bangunan;
- lokasi;
- usia bangunan;
- kondisi rumah;
- kualitas renovasi;
- akses jalan;
- fasilitas sekitar;
- serta harga rumah lain di area yang sama.
Misalnya, dua rumah memiliki luas tanah yang hampir sama, tetapi salah satunya memiliki akses jalan lebih baik dan kondisi bangunan lebih bagus. Harga yang berbeda belum tentu berarti salah satu rumah terlalu mahal.
Kalau ingin mengetahui cara membandingkan harga secara lebih sistematis, kamu bisa membaca cara mengetahui harga rumah yang wajar.
12. Tanya Pemilik atau Tetangga tentang Hal yang Tidak Bisa Dilihat
Ada informasi yang memang sulit diketahui hanya dengan melihat bangunan.
Karena itu, jangan ragu bertanya.
Kepada pemilik atau penjual
Kamu bisa menanyakan:
- Kenapa rumah dijual?
- Sudah berapa lama rumah ditempati?
- Pernah direnovasi?
- Bagian rumah mana yang pernah diperbaiki?
- Pernah mengalami kebocoran?
- Pernah mengalami masalah listrik atau air?
- Ada biaya lingkungan atau iuran tertentu?
Kepada tetangga
Pertanyaan bisa diarahkan pada kondisi lingkungan:
- Pernah banjir?
- Bagaimana kondisi lingkungan saat hujan?
- Air biasanya lancar?
- Bagaimana keamanan pada malam hari?
- Apakah lingkungan cukup bising?
- Apakah ada masalah tertentu yang sering terjadi?
Tentu tidak semua jawaban harus dianggap sebagai fakta final. Gunakan informasi tersebut sebagai bahan untuk menentukan apa yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Apa yang Perlu Dibawa Saat Survey Rumah?
Supaya proses survey lebih praktis, tidak perlu membawa banyak peralatan.
Minimal siapkan:
- HP untuk foto, video, catatan, dan dokumentasi;
- meteran untuk mengukur ruangan atau bagian tertentu;
- power bank jika survey cukup lama;
- senter HP untuk melihat area yang gelap;
- alat tulis atau aplikasi catatan;
- dan checklist survey.
Kalau datang bersama pasangan atau keluarga, pembagian tugas juga bisa membantu.
Satu orang mencatat, sementara yang lain memeriksa bagian rumah. Dengan begitu, kemungkinan ada detail yang terlewat bisa dikurangi.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Survey Rumah
1. Hanya melihat tampilan rumah
Cat baru dan interior yang menarik tidak menjamin kondisi bangunan bebas masalah.
2. Datang hanya sekali
Kondisi lingkungan dapat berubah antara pagi, sore, malam, dan setelah hujan.
3. Tidak mengecek setelah hujan
Bekas genangan dan kebocoran sering lebih mudah terlihat setelah hujan.
4. Tidak bertanya kepada tetangga
Informasi mengenai lingkungan terkadang justru lebih mudah diketahui dari penghuni sekitar.
5. Terlalu percaya pada foto
Foto biasanya hanya menunjukkan bagian yang ingin ditampilkan. Survey langsung tetap diperlukan.
6. Tidak mengecek dokumen
Rumah yang secara fisik terlihat bagus tetap perlu diperiksa dari sisi legalitas dan dokumen.
7. Terlalu cepat membayar booking
Jangan merasa harus segera mengambil keputusan hanya karena penjual atau agen memberikan tekanan waktu. Pastikan hal-hal penting sudah diperiksa dan pahami syarat pembayaran sebelum mengeluarkan uang.
Checklist Singkat Sebelum Memutuskan Membeli
Sebelum meninggalkan lokasi, gunakan checklist terakhir ini:
- ☐ Lokasi sesuai kebutuhan
- ☐ Akses menuju rumah mudah
- ☐ Kondisi lingkungan sesuai
- ☐ Tidak ada indikasi masalah banjir
- ☐ Struktur dan kondisi bangunan sudah diperiksa
- ☐ Atap dan plafon tidak menunjukkan masalah yang mencurigakan
- ☐ Air sudah dites
- ☐ Saluran pembuangan sudah diperiksa
- ☐ Listrik sesuai kebutuhan
- ☐ Pencahayaan dan ventilasi cukup
- ☐ Dokumen dan status kepemilikan jelas
- ☐ Harga sudah dibandingkan dengan rumah sekitar
- ☐ Sudah bertanya kepada pemilik atau tetangga
- ☐ Sudah mempertimbangkan kondisi rumah pada waktu berbeda
- ☐ Tidak ada masalah besar yang belum mendapatkan penjelasan
- ☐ Sudah membandingkan dengan kandidat rumah lainnya
Kalau masih ada beberapa poin penting yang belum terjawab, tidak perlu terburu-buru mengambil keputusan.
Kesimpulan
Melakukan cek rumah sebelum membeli sebaiknya tidak berhenti pada pertanyaan, “Rumah ini bagus atau tidak?”
Pertanyaan yang lebih penting adalah:
Apakah rumah ini aman, nyaman, sesuai kebutuhan, memiliki kondisi yang layak, dokumen yang jelas, lingkungan yang cocok, dan harga yang masuk akal?
Karena itu, gunakan checklist saat survey. Periksa kondisi bangunan, atap, air, listrik, ventilasi, lokasi, lingkungan, potensi banjir, dokumen, sampai harga.
Yang tidak kalah penting, luangkan waktu untuk bertanya dan jangan hanya datang sekali jika memungkinkan.
Rumah yang terlihat biasa saja bisa jadi justru lebih sesuai untuk kebutuhanmu dibanding rumah yang terlihat menarik tetapi menyimpan banyak masalah.
Jadi, sebelum mengatakan “ini rumahnya”, pastikan kamu sudah cukup banyak melihat, bertanya, dan mengecek.
FAQ
Apa yang harus dicek sebelum membeli rumah?
Periksa setidaknya lokasi, akses, lingkungan, potensi banjir, kondisi struktur bangunan, atap, air, listrik, ventilasi, dokumen, dan harga. Untuk rumah second, pemeriksaan kondisi bangunan sebaiknya dilakukan lebih teliti karena usia dan riwayat renovasi dapat memengaruhi kondisi rumah.
Apa saja yang harus diperiksa saat survey rumah?
Saat survey, periksa bagian luar dan dalam rumah. Cek dinding, lantai, plafon, atap, pintu, jendela, kamar mandi, saluran air, listrik, ventilasi, serta lingkungan sekitar. Jangan lupa menanyakan kondisi rumah kepada pemilik dan, jika memungkinkan, tetangga.
Bagaimana cara cek kondisi rumah sebelum membeli?
Lakukan pemeriksaan langsung, bukan hanya mengandalkan foto atau penjelasan penjual. Buka keran, siram toilet, periksa plafon, lihat kondisi dinding dan lantai, cek stop kontak yang dapat diperiksa dengan aman, serta amati kondisi lingkungan. Jika menemukan masalah yang tidak bisa dinilai sendiri, pertimbangkan pemeriksaan profesional.
Apa yang harus dibawa saat survey rumah?
Bawa HP untuk foto dan catatan, meteran untuk mengukur bagian rumah, power bank, senter, alat tulis, serta checklist. Jika survei dilakukan bersama pasangan atau keluarga, pembagian tugas dapat membantu memastikan lebih banyak bagian rumah diperiksa.
Apakah survey rumah cukup dilakukan sekali?
Tidak selalu. Jika memungkinkan, kunjungi rumah pada waktu yang berbeda, misalnya pagi, sore, malam, atau setelah hujan. Suasana lingkungan, tingkat kebisingan, kondisi akses, pencahayaan, dan potensi genangan dapat terlihat berbeda pada waktu tertentu.
Dokumen apa yang perlu dicek sebelum membeli rumah?
Periksa dokumen terkait kepemilikan dan transaksi, seperti sertifikat tanah, identitas pemilik, PBB, serta dokumen bangunan yang relevan dengan kondisi rumah. Untuk aspek bangunan, PBG merupakan salah satu dokumen yang perlu diperhatikan sesuai kondisi dan ketentuan yang berlaku. Jika ada dokumen yang meragukan, lakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum transaksi.
Apakah kondisi rumah lebih penting daripada lokasi?
Keduanya penting dan harus dilihat sebagai satu kesatuan. Rumah dengan bangunan bagus tetapi akses buruk atau lingkungan tidak sesuai kebutuhan belum tentu menjadi pilihan terbaik. Sebaliknya, rumah dengan kondisi yang masih dapat diperbaiki mungkin tetap menarik jika lokasi dan lingkungannya sangat sesuai.
Apakah harus langsung membeli setelah survey rumah?
Tidak. Survey justru sebaiknya menjadi tahap untuk mengumpulkan informasi sebelum mengambil keputusan. Jika masih ada kondisi bangunan, legalitas, harga, atau lingkungan yang belum jelas, lebih baik cari tahu terlebih dahulu daripada terburu-buru melakukan transaksi.


